Dahulu, hidup seorang laki-laki yang dijuluki Abu Salamah. Dia berasal dari daerah Bushro. Dia suka berkelakar dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Suatu hari, disebutkan kepada Abu Salamah tentang siwak dan keutamaan-keutamaannya, akan tetapi ia malah berkata: "Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur!" Lalu dia mengambil sebuah siwak dan memasukkan siwak itu ke duburnya kemudian mengeluarkannya lagi.
Maka setelah ia melakukan perbuatan tersebut, Abu Salamah menderita sakit perut dan dubur. Dia mengeluh kesakitan selama sembilan bulan. Lalu keluarlah dari duburnya seekor hewan seperti tikus mondok yang pendek dan besar, memiliki empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan. Hewan itu memiliki empat taring yang tampak menonjol, panjang ekornya satu jengkal empat jari, dan memiliki dubur seperti dubur kelinci.
Tatkala keluar, hewan itu menjerit tiga kali, lalu bangkitlah anak perempuan Abu Salamah dan memecahkan kepala hewan itu hingga mati.
Setelah keluar hewan dari duburnya, Abu Salamah hidup selama dua hari dan mati pada hari ketiga. (Sebelum mati) Abu Salamah berkata: "Hewan ini telah membunuhku dan memotong-motong ususku."
Sungguh kejadian ini telah disaksikan oleh sekelompok penduduk daerah tersebut dan para khothib tempat itu. Di antara mereka ada yang melihat hewan itu dalam keadaan hidup dan dia antaranya ada yang melihatnya setelah mati.
(Sumber: Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy menukil dari Al Bidaayah wan Nihaayah karya Ibnu Katsir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar