Dahulu, hidup seorang laki-laki yang dijuluki Abu Salamah. Dia berasal dari daerah Bushro. Dia suka berkelakar dan berbicara tanpa dipikirkan terlebih dahulu.
Suatu hari, disebutkan kepada Abu Salamah tentang siwak dan keutamaan-keutamaannya, akan tetapi ia malah berkata: "Demi Allah, aku tidak akan bersiwak kecuali di dubur!" Lalu dia mengambil sebuah siwak dan memasukkan siwak itu ke duburnya kemudian mengeluarkannya lagi.
Maka setelah ia melakukan perbuatan tersebut, Abu Salamah menderita sakit perut dan dubur. Dia mengeluh kesakitan selama sembilan bulan. Lalu keluarlah dari duburnya seekor hewan seperti tikus mondok yang pendek dan besar, memiliki empat kaki, kepalanya seperti kepala ikan. Hewan itu memiliki empat taring yang tampak menonjol, panjang ekornya satu jengkal empat jari, dan memiliki dubur seperti dubur kelinci.
Tatkala keluar, hewan itu menjerit tiga kali, lalu bangkitlah anak perempuan Abu Salamah dan memecahkan kepala hewan itu hingga mati.
Setelah keluar hewan dari duburnya, Abu Salamah hidup selama dua hari dan mati pada hari ketiga. (Sebelum mati) Abu Salamah berkata: "Hewan ini telah membunuhku dan memotong-motong ususku."
Sungguh kejadian ini telah disaksikan oleh sekelompok penduduk daerah tersebut dan para khothib tempat itu. Di antara mereka ada yang melihat hewan itu dalam keadaan hidup dan dia antaranya ada yang melihatnya setelah mati.
(Sumber: Al-Qaulul Mufid fi Adillatit Tauhid karya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Wushobiy menukil dari Al Bidaayah wan Nihaayah karya Ibnu Katsir)
Minggu, 15 Juni 2014
Sabtu, 14 Juni 2014
Karena Kesombongan
Suatu ketika, ada seseorang yang makan di sebelah Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Orang itu makan dengan tangan kiri. Maka beliaupun menegurnya: "Makanlah dengan tangan kananmu!"
Orang tersebut menjawab (dengan sombong): "Aku tidak bisa (makan dengan tangan kanan)." Beliau bersabda: "Kamu pasti tidak akan bisa."
Orang itu tidak mau makan dengan tangan kanannya, tidak lain dikarenakan rasa sombong. Maka orang tersebut akhirnya benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanannya ke mulutnya!
(Sumber: HR Al-Bukhari 1411 dan Muslim 1392)
Lihatlah akibat dari menolak sunnah Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, apalagi dengan kesombongan. Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah melarang seseorang makan dengan menggunakan tangan kiri, maka makanlah dengan tangan kanan!
Orang tersebut menjawab (dengan sombong): "Aku tidak bisa (makan dengan tangan kanan)." Beliau bersabda: "Kamu pasti tidak akan bisa."
Orang itu tidak mau makan dengan tangan kanannya, tidak lain dikarenakan rasa sombong. Maka orang tersebut akhirnya benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanannya ke mulutnya!
(Sumber: HR Al-Bukhari 1411 dan Muslim 1392)
Lihatlah akibat dari menolak sunnah Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam, apalagi dengan kesombongan. Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam telah melarang seseorang makan dengan menggunakan tangan kiri, maka makanlah dengan tangan kanan!
Pasukan Perang Yang Kelaparan
Pada saat perang tabuk, para sahabat tertimpa kelaparan. Para sahabat berkata kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam: "Jika engkau ijinkan, kami akan menyembelih onta agar kami bisa makan dan menggunakan lemaknya." Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda: "Lakukanlah!"
Akan tetapi Umar tidak setuju. Ia berkata: "Wahai Rasulullah, jika kamu ijinkan (menyembelih onta) maka tunggangan akan semakin sedikit. Sebaiknya engkau panggil saja mereka untuk mengumpulkan sisa bekal mereka, lalu engkau berdoa agar Allah memberkahi, niscaya Allah akan memberkahi makanan mereka." Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Baiklah."
Lalu beliau meminta alas dari kulit, kemudian beliau hamparkan. Beliau memanggil para sahabat, agar mengumpulkan sisa bekal mereka di atas alas tersebut.
Maka datanglah para sahabat. Ada yang membawa segenggam jagung, ada yang membawa segenggam kurma dan ada juga yang membawa remahan roti. Makanan yang sangat sedikit itu terkumpul di atas alas kulit tersebut. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam mendoakan barokah makanan itu seraya bersabda: "Ambillah (makanan ini), dan masukkan ke tempat makanan kalian!"
Para sahabatpun mengambil dan memasukkan makanan itu ke dalam tempat makanan mereka, hingga penuhlah semua tempat makanan. Mereka semua makan hingga kenyang, bahkan makanan itu masih ada sisanya.
Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi, bahwa aku adalah utusan Allah. Tidak ada seorang hamba yang menemui Allah dengan kedua kalimat tersebut tanpa ragu, kemudian dia terhalang masuk al-jannah (sorga)".
(Sumber: Shohih Muslim no. 27)
Akan tetapi Umar tidak setuju. Ia berkata: "Wahai Rasulullah, jika kamu ijinkan (menyembelih onta) maka tunggangan akan semakin sedikit. Sebaiknya engkau panggil saja mereka untuk mengumpulkan sisa bekal mereka, lalu engkau berdoa agar Allah memberkahi, niscaya Allah akan memberkahi makanan mereka." Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Baiklah."
Lalu beliau meminta alas dari kulit, kemudian beliau hamparkan. Beliau memanggil para sahabat, agar mengumpulkan sisa bekal mereka di atas alas tersebut.
Maka datanglah para sahabat. Ada yang membawa segenggam jagung, ada yang membawa segenggam kurma dan ada juga yang membawa remahan roti. Makanan yang sangat sedikit itu terkumpul di atas alas kulit tersebut. Lalu Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam mendoakan barokah makanan itu seraya bersabda: "Ambillah (makanan ini), dan masukkan ke tempat makanan kalian!"
Para sahabatpun mengambil dan memasukkan makanan itu ke dalam tempat makanan mereka, hingga penuhlah semua tempat makanan. Mereka semua makan hingga kenyang, bahkan makanan itu masih ada sisanya.
Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan aku bersaksi, bahwa aku adalah utusan Allah. Tidak ada seorang hamba yang menemui Allah dengan kedua kalimat tersebut tanpa ragu, kemudian dia terhalang masuk al-jannah (sorga)".
(Sumber: Shohih Muslim no. 27)
Hati Kambing Yang diberkahi
Suatu ketika, 130 orang sahabat sedang berkumpul bersama Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam. Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apakah diantara kalian ada yang memiliki makanan?" Ternyata ada satu orang sahabat yang memiliki gandum, jumlahnya sekitar 1 sho'. Lalu gandum itu dibikin adonan.
Kemudian datanglah seorang laki-laki musyrik berambut kusut, terurai, dan berbadan tinggi. Si musyrik itu membawa kambing beberapa ekor. Ia ingin menjual kambingnya. Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada si musyrik: "Kambingmu ini dijual atau akan engkau hadiahkan?" Laki-laki itu menjawab: "Kambing ini tidak dihadiahkan, tapi dujual!"
Beliau pun lantas membeli seekor kambing dari orang itu. Kambing itu disembelih kemudian diolah. Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar hati kambing itu dipanggang.
Ternyata, 130 orang sahabat itu mendapat bagian potongan hati kambing yang dibagikan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Sahabat yang sedang bersama beliau, langsung beliau beri. Yang tidak hadir bersama beliau, disimpan untuknya. Makanan itu dijadikan 2 nampan, lalu para sahabat makan darinya sampai kenyang. Sisa yang masih ada di 2 nampan tersebut lalu dibawa ke atas unta.
(Sumber: Bukhari 5382 & Muslim 2056)
Subhanallah! Allah telah memberkahi hati kambing yang sedikit itu, sehingga bisa mengenyangkan para sahabat yang saat itu berjumlah banyak! Maha Besar Allah.
Kemudian datanglah seorang laki-laki musyrik berambut kusut, terurai, dan berbadan tinggi. Si musyrik itu membawa kambing beberapa ekor. Ia ingin menjual kambingnya. Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada si musyrik: "Kambingmu ini dijual atau akan engkau hadiahkan?" Laki-laki itu menjawab: "Kambing ini tidak dihadiahkan, tapi dujual!"
Beliau pun lantas membeli seekor kambing dari orang itu. Kambing itu disembelih kemudian diolah. Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar hati kambing itu dipanggang.
Ternyata, 130 orang sahabat itu mendapat bagian potongan hati kambing yang dibagikan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam. Sahabat yang sedang bersama beliau, langsung beliau beri. Yang tidak hadir bersama beliau, disimpan untuknya. Makanan itu dijadikan 2 nampan, lalu para sahabat makan darinya sampai kenyang. Sisa yang masih ada di 2 nampan tersebut lalu dibawa ke atas unta.
(Sumber: Bukhari 5382 & Muslim 2056)
Subhanallah! Allah telah memberkahi hati kambing yang sedikit itu, sehingga bisa mengenyangkan para sahabat yang saat itu berjumlah banyak! Maha Besar Allah.
Langganan:
Komentar (Atom)